Menegakkan Agama dan Mentadbir Dunia dengannya

2:50:00 PM | Posted in

Saya petik artikel ini dari laman web: http://ytrg.blogspot.com  Moga ia bermanfaat.

The human brain is the most complex and least understood part of the human anatomy. There may be a lot we don’t know, but here are a few interesting facts that we’ve got covered.

1. Nerve impulses to and from the brain travel as fast as 170 miles per hour. Ever wonder how you can react so fast to things around you or why that stubbed toe hurts right away? It’s due to the superspeedy movement of nerve impulses from your brain to the rest of your body and vice versa, bringing reactions at the speed of a high powered luxury sports car.

2. The brain operates on the same amount of power as 10-watt light bulb. The cartoon image of a light bulb over your head when a great thought occurs isn’t too far off the mark. Your brain generates as much energy as a small light bulb even when you’re sleeping.

3. The human brain cell can hold 5 times as much information as the Encyclopedia Britannica. Or any other encyclopedia for that matter. Scientists have yet to settle on a definitive amount, but the storage capacity of the brain in electronic terms is thought to be between 3 or even 1,000 terabytes. The National Archives of Britain, containing over 900 years of history, only takes up 70 terabytes, making your brain’s memory power pretty darn impressive.

4. Your brain uses 20% of the oxygen that enters your bloodstream. The brain only makes up about 2% of our body mass, yet consumes more oxygen than any other organ in the body, making it extremely susceptible to damage related to oxygen deprivation. So breathe deep to keep your brain happy and swimming in oxygenated cells.

5. The brain is much more active at night than during the day. Logically, you would think that all the moving around, complicated calculations and tasks and general interaction we do on a daily basis during our working hours would take a lot more brain power than, say, lying in bed. Turns out, the opposite is true. When you turn off your brain turns on. Scientists don’t yet know why this is but you can thank the hard work of your brain while you sleep for all those pleasant dreams.

6. Scientists say the higher your I.Q. the more you dream. While this may be true, don’t take it as a sign you’re mentally lacking if you can’t recall your dreams. Most of us don’t remember many of our dreams and the average length of most dreams is only 23 seconds–barely long enough to register.

7. Neurons continue to grow throughout human life. For years scientists and doctors thought that brain and neural tissue couldn’t grow or regenerate. While it doesn’t act in the same manner as tissues in many other parts of the body, neurons can and do grow throughout your life, adding a whole new dimension to the study of the brain and the illnesses that affect it.

8. Information travels at different speeds within different types of neurons. Not all neurons are the same. There are a few different types within the body and transmission along these different kinds can be as slow as 0.5 meters/sec or as fast as 120 meters/sec.

9. The brain itself cannot feel pain. While the brain might be the pain center when you cut your finger or burn yourself, the brain itself does not have pain receptors and cannot feel pain. That doesn’t mean your head can’t hurt. The brain is surrounded by loads of tissues, nerves and blood vessels that are plenty receptive to pain and can give you a pounding headache.

10. 80% of the brain is water. Your brain isn’t the firm, gray mass you’ve seen on TV. Living brain tissue is a squishy, pink and jellylike organ thanks to the loads of blood and high water content of the tissue. So the next time you’re feeling dehydrated get a drink to keep your brain hydrated.

18th May 2009

��
Links to this post
9:55:00 PM | Posted in
* Pecah Belah dan ‘Adu Domba’


TAHUN 2003 terbit sebuah buku yang sekarang menjadi sumber inspirasi Barat, khususnya pemerintah Amerika, untuk menghancurkan Islam. Buku ini pula yang menjadi “panduan” kaum liberalis-sekuler untuk melemahkan kekuatan Islam, khususnya gerakan-gerakan penegak syariat Islam.

Tajuk: "Civil Democtaric Islam: Partners, Resources, and Strategies"
Terbitan: Santa Monica, Arlington, Pittsburgh: Rand Corporation, 2003.
Penulis: Cheryl Bernard
Biodata ringkas penulis:
-Pemikir di “Rand Corporation”, sebuah lembaga think-tank Zionis Amerika.
-Dikenali sebagai sosiologis yang pernah menulis novel-novel feminis yang memojokkan ulama dan menyatakan wanita dalam Islam itu tertindas.

Perbahasan buku:
-Politik perang pemikiran atau strategi dan taktik pemikiran yang perlu dilakukan Barat untuk menghadapi umat Islam.
-Menjelaskan tentang strategi penghancuran gerakan Islam.
-Strategi ini merupakan strategi “klasik” yang terbukti masih relevan dijalankan, yakni memecah-belah umat Islam (devide et impera). 
 

Pengelompokan Kaum Muslim

Menurut Cheryl, dunia Islam harus ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan “tatanan” dunia internasional kontemporer, Amerika Syarikat, dan Barat. Tujuannya adalah untuk mem-Barat-kan umat Islam (westernisation). 

Caranya, dengan hanya memilih elemen-elemen dan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan Barat untuk dikembangkan. Ini tentu untuk memuluskan jalannya modernisasi, westernisasi, dan Amerikanisasi. Bahkan lebih praktis lagi, Bernard menyarankan agar Barat memberikan “bantuan” bagi pengembangan nilai-nilai Barat tersebut kedalam pemikiran umat Islam .
Bernard juga membuat kategori umat Islam. Ia memecah umat Islam menjadi empat kelompok: sekuleris, tradisionalis, fundamentalis, dan modernis.

Disebutkan, kelompok sekularis adalah kaum Muslim yang ingin dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negara, dengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat. Agama dibatasi pada lingkup peribadi.

Kaum tradisionalis memiliki karakter konservatif, mencurigai modernitas, menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporari, menginginkan sebuah “negara otoriter” yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam.

Kelompok Fundamentalis atau “Muslim fundamentalis radikal” (the radical fundamentalists) adalah mereka yang anti-demokrasi Barat, nilai-nilai Barat secara umum, dan Amerika Syarikat khususnya.

Sedangkan kalangan Modernis adalah kaum Muslim yang bekerja untuk Barat dan yang mendukung masyarakat demokratis modern. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman. “Muslim liberal” masuk dalam kategori ini.

Jelas, klasifikasi atau kategorisasi yang dibuat Cheryl Bernad tersebut mengarah pada upaya memecah-belah umat Islam. Apalagi pada paparan berikutnya, ia mengusulkan strategi yang harus dilakukan pemerintah AS dan pengikut-pengikutnya dengan klasifikasi tersebut.


Belah Bambu dan Adu Domba 

Saran-saran yang diberikan Cheryl kepada pemerintah AS adalah di antaranya:

1. Ciptakan tokoh atau pemimpin panutan yang membawa nilai-nilai modernitas.

2. Kembangkan gagasan “Islam warna-warni”, seperti Islam Jerman, Islam Amerika, Islam Inggris, dsb.

3. Serang terus menerus kelompok fundamentalis dengan cara pembusukan person-personnya melalui media masa. 

4. Promosikan nilai-nilai demokrasi Barat modern.

5. Tentang kelompok tradisionalis dan fundamentalis dalam soal kemakmuran, keadilan sosial, kesehatan, ketertiban masyarakat, dsb. 

6. Fokuskan ini semua kepada dunia pendidikan dan generasi muda Muslim. 

Dengan kata lain, setelah membagi-bagi umat Islam beberapa kelompok, langkah berikutnya adalah “politik belah bambu”, iaitu mendukung satu pihak (sekularis, modernis, liberalis) dan menjatuhkan pihak lain (fundamentalis), bahkan jika perlu kemudian menimbulkan pergaduhan antara kelompok tersebut.  

Bernard bersama Rand Corporatiosn merancang strategi tersebut dengan sangat terperinci. Langkah-langkahnya:

Pertama, support the modernists first (dukung kelompok modernis)
Cara:
-Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya (buku, tulisan) mereka dengan biaya yang disubsidi.
-Mendorong mereka untuk menulis di media massa dan bagi kaum muda Muslim.  -Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.

Kedua, support the traditionalists against the fundamentalists (mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis)
Cara:
-Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis.
-Mencegah aliansi (bersatunya) kaum tradisionalis dan fundamentalis
-Menambah kehadiran (baca: menyusupkan) tokoh modernis-liberal pada lembaga-lembaga tradisionalis.
-Mendorong populariti Sufisme. 

Ketiga, confront and oppose the fundamentalists (mengkonfrontasi dan menentang kaum fundamentalis)
Cara:
-Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidaktepatannya. 
-Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktivitas ilegal.
-Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
-Menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk memerintah.
-Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
-Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis. 

Keempat, secara selektif mendukung kaum sekuler, antara lain dengan mendorong idea bahawa agama dan negara dapat dipisahkan dalam Islam, dan bahawa hal ini tidak membahayakan keimanan, tapi malah akan memperkuatnya. 

Untuk mendukung mendukung langkah-langkah strategis tersebut, Cheryl juga memberikan saranan-saranan taktis, antara lain:

1. Pertama-tama dukung kelompok “cendekiawan modernis” (liberal).
-Dorong mereka menulis untuk publik dan anak muda.
-Terbitkan dan sebarkan kerja-kerja mereka dengan bantuan biaya.
-Masukkan idea-idea mereka ini ke dalam kurikulum pendidikan Islam.
-Usahakan agar pandangan mereka tentang masalah-masalah mendasar dalam penafsiran agama dapat dibaca oleh masyarakat dan agar bersaing dengan kelompok fundamentalis dan tradisionalis. 

2. Dukung kelompok tradisionalis dalam menghadapi fundamentalis.
-Publikasikan kritik-kritik kelompok tradisionalis terhadap tindak kekerasan dan ektrimisme kelompok fundamentalis.
-Pupuk terus perselisihan antara tradisionalis dan fundamentalis, dan jangan sampai mereka bersatu.

3. Gunakan media regional yang populer, seperti radio, untuk memperkenalkan pemikiran-pemikiran Muslim modernis/liberal.
 

Kaum Modernis dan Liberal Muslim pendukung Barat adalah pembela aliran “sesat”, seperti Ahmadiyah, atau aliran-aliran sempalan. Muslim yang tidak sejalan dengan liberal, sekuler, demokrasi Barat, akan segera dicap teroris, fundamentalis, dan anti Barat. 

Proposal projek untuk “mengeksport” kemiskinan masyarakat ke negara-negara Barat tidak laku lagi. Sementara proposal untuk menjual fahaman masyarakat sivil, demokrasi, gender, liberalisme, pluralisme agama, multikulturalisme dan semacamnya tidak lagi mencari bantuan Barat, tapi dicari-cari Barat untuk dibantu. 

Bahkan yang paling keras, mengkritik ajaran Islam dan tradisi pemikiran Islam, serta membawa gagasan-gagasan “aneh” kini mudah mendapat dana dan biasiswa dari Barat. 

Menurut David E. Kaplan, pemerintah Amerika Syarikat (AS) telah memperuntukkan dana puluhan juta dolar dalam rangka belanjawannya untuk mengubah masyarakat Muslim sekaligus mengubah Islam itu sendiri. Menurut Kaplan, White Housetelah menyetujui strategi rahsia, yang untuk pertama kalinya AS memiliki kepentingan nasional untuk mempengaruhi apa yang terjadi di dalam Islam. 

Sekurangnya di 24 negara Muslim, AS secara diam-diam telah memberikan dana untuk radio Islam, acara-acara TV, kursus-kursus di sekolah Islam, pusat-pusat kajian, workshop politik, dan program-program lain yang mempromosikan Islam moderat versi AS. (David E. Kaplan, “Hearts, Minds, and Dollars”, www.usnews.com). 
 
Lebih dari itu, kebijakan untuk mengubah kurikulum dan pemikiran Islam juga pernah diungkapkan oleh Menhan AS, Donald Rumsfeld. “AS perlu menciptakan lembaga donor untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang radikal menjadi moderat,” katanya seperti dlansir Republika (3/12/2005). 

Strategi kaum kuffar dan munafiqin tengah berjalan. Layakkah umat Islam berdiam diri? (Sumber: www.insistnet.com dan www.eramuslim.com). 


18th May 2009
Links to this post
12:55:00 AM | Posted in
Seberang laut..

Salam.


Keputusan tajaan biasiswa JPA dan MARA untuk Program Ijazah Luar Negara (PILN) sesi 2009/2010 telah diperoleh. Sukacita di sini saya sertakan senarai nama batch saya [SMAPK batch 0408] yang dapat melanjutkan pelajaran ke oversea [termasuk melalui medicmesir]:

JPA

-Akma Anis [egypt]-medic
-Muhammad Zulkhairi [jordan]-dentistry
-Supriyati Zainuddin -medic
-Siti Zulaikha -medic
-Hayatun Nabilah [jepun]
-Syarifah Zulaikha -architecture
-Nur Farihin [jordan]-medic
-Ahmad Qutaibah [jepun]
-Hasbullah [jepun]
-Azizul Haziq [jepun]
-Abdul Afiq -medic
-Syafiq Roslan [jepun]
-Ahmad Kamal [jordan]-dentistry
-Saiful Hafizi [egypt]-medic
-Farhan Raduan [egypt]-medic
-Luqman Al-Hakim -engin
-Raihana Nazri [jordan]-medic
-Khir Ishak -law
-Izzat Rasnan -engin
-Zakaria Ibrahim -computer
-Marina Mujib
-Nabil Izzatie [jordan]-medic
-Izzati Razali -medic
-Nurul Bazilah -medic
-Qurratu Aini [jordan]-medic
-Firdaus Zaidi [egypt]-medic
-Razin Kamal - law
-Aisyah -law
[28 orang]

MARA

-Khairul Hafidzi -sains aktuari [a-level kyuem]
-Hafiz Arif -engin
-Hafiz Zulhisham -medic [sam taylor's college]
-Faiz Hamzan -mid east
-Eyzzah -medic
-Aziz Ishak -medic [ib kolej mara banting]
-Isa Zakaria -engin
-Wan Mohd Iqbal -engin
[ib kolej mara banting]
-Anuar Azemi -engin
-Mustaffa Ali -engin [foundation monash]
-Abdul Hadi -Wan Izzat -medic
[12 orang]

MEDICMESIR

-Raudhatul Husnaa -medic
-Farid Ismail
-Saiful Imran -pharmacy
-Zaimu Nazmeer -medic
-Syafiq Azhar
[5 orang]


Baitulmal

-Liyana [egypt]- medic
-Fareezah [egypt]- medic
[2 orang]

MAIS

-Safirah [egypt]- medic
[seorang]

[JPA:28 MARA:12 medicmesir:5 Baitulmal:2 MAIS:1]

5 Marikh : 9
5 Musytari : 16
5 Neptune : 14
5 Uranus : 5
5 Zuhal : 3
5 Kejora : 1
TOTAL : 48 orang
Percentage: 31.0% [daripada 155 orang]
*Sebarang kesilapan atau tambahan, sila usulkan dalam ruangan komen atau shoutbox.

My childhood friend that got overseas too:
-Ahmad Firdaus Arul Hisham [Petronas-Australia]
*sape lagi ea?


Tahniah kepada mereka yang dapat melanjutkan pelajaran ke oversea.. Dan kepada sahabat-sahabat lain, anda juga hebat! Sama-sama kita teruskan usaha dalam mencapai kecemerlangan, tak kira dalam apa jua bidang yang kita ceburi.


Sama-sama juga kita bersyukur kepada Allah swt atas segala ni`mat yang diberikanNya kepada kita semua, dan jangan lupa diri bila dah berjaya nanti. Let's move on, kerana di hadapan kita banyak lagi cabaran yg menanti.


Namun dalam meniti cabaran dan cabaran tersebut, perlu diingat bahawa kebanyakan bidang yang akan diambil oleh sahabat-sahabat sekalian merupakan cabang daripada ilmu fardhu kifayah. Maka di sinilah perlu kita sedar, bahawa awlawiyat [keutamaan] yang harus kita berikan ialah ilmu fardhu ain dan dalam masa yang sama tidak menafikan kepentingan ilmu fardhu kifayah. Janganlah disebabkan terlalu sibuk mengkaji ilmu perubatan, kejuruteraan dsb sampai kita melupakan dan mengabaikan ilmu-ilmu fardhu ain seperti ilmu `aqidah, `ibadah, fiqh, sirah nabawiyah dsb.



Ilmu-ilmu inilah yang sebenarnya akan mendorong kita untuk mendekatkan kita kepada Allah swt, lantas akan mengingatkan kita bahawa tujuan kita hidup adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Setelah itu, akan hadir kesedaran untuk kita terus belajar ilmu-ilmu lain, dengan niat ikhlas kerana Allah semata-mata. Dan juga dengan keyakinan bahawa Allah lah pemilik segala ilmu.

Sabda RasuluLlah saw: "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hamba, maka Allah akan fahamkan dirinya pada [masalah] agama" [Riwayat Al-Bukhari]


Walau apa-apa pun berlaku, janganlah sesekali kita lari dari jalanNya, dan sentiasalah kita berpegang dengan agamaNya berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Moga terus success dunia akhirat. Amin..

"Di mana bumi dipijak, di situ Islam dijunjung"

P/S: K0rang memang gempaq! =)



16th May 2009

��
Links to this post
3:59:00 PM | Posted in
“Islamic Resistance guerrillas are reckoned to be amongst the most dedicated, motivated and highly trained of their kind,”

Jane’s World Insurgency & Terrorism

Fakta yang tidak boleh dinafikan lewat peperangan yang dilancarkan oleh rejim Zionis ke atas Lubnan ialah kegagalan pihak Zionis untuk mencapai kemenangan di dalam peperangan tersebut. 30,000 tentera Zionis (IDF) yang dihantarkan ke selatan Lubnan ternyata gagal untuk mencapai dua matlamat utama mereka, yang pertamanya untuk membebaskan dua tentera mereka yang ditawan dan yang keduanya untuk menghapuskan Hizbullah dari bumi Lubnan. Dilengkapi dengan segala persenjataan terkini dan tercanggih, mereka gagal untuk menewaskan para pejuang Hizbullah yang dilaporkan berjumlah di antara 2,000 sehingga 3,000 orang sahaja. Kegagalan rejim Zionis ini merupakan sesuatu yang diiktiraf umum, hatta oleh rakyat Zionis juga. Sudut yang menarik dari peristiwa yang berlaku ini ialah apakah rahsia kekuatan Hizbullah.

Peperangan Gerila

Di dalam hal ini, laman web islamonline.net telah turun padang untuk menyingkapinya. Wartawan-wartawan mereka yang telah ditugaskan ke Lubnan untuk bertemu sendiri dengan para pejuang Hizbullah telah berjaya mencungkil sedikit sebanyak rahsia kekuatan Hizbullah. Kajian-kajian oleh para ahli akademik dan penganailisis politik timur tengah juga banyak yang telah berupaya mencantumkan cebisan-cebisan maklumat berkaitan perkara ini. Beberapa badan agensi berita antarabangsa juga telah dapat mewawancara beberapa pemimpin Hizbullah untuk tujuan yang sama. Pendekata, kejayaan Hizbullah di dalam peperangan yang berlangsung lebih sebulan ini telah membuka mata ramai pihak dan memberikan semangat kepada beberapa pihak yang lain.

Reuters di dalam wawancaranya bersama Timur Goksel pada 2 Ogos 2000 telah membawa beberapa dimensi yang menarik. Sebagai mantan pegawai pengaman PBB di selatan Lubnan sehingga tahun 2003, Goskel mempunyai banyak pengalaman dan kajian mengenai Hizbullah. Menurut Goksel, kekuatan utama Hizbullah adalah terletak pada taktik peperangan gerila mereka. Kejayaan mereka memaksa Zionis untuk berundur dari selatan Lubnan pada Mei 2000 telah menjadikan mereka lebih berpengalaman di dalam taktik peperangan seumpama itu. Bentuk fizikal muka bumi selatan Lubnan yang amat mereka mahir itu memberikan kelebihan bagi pihak Hizbullah. Para pejuang Hizbullah tahu bila, dan di mana mereka mampu dan perlu untuk menyerang tentera-tentera Zionis yang telah berada di dalam kawasan selatan Lubnan. Berdasarkan kesedaran inilah, para tentera Zionis tidak berupaya untuk maju lebih jauh daripada kedudukan yang mereka berada sepanjang peperangan berlangsung.


Di dalam wawancara Goksel dengan al-Jazeera pula, beliau telah menekankan aspek perisikan dan pengkajian Hizbullah sebagai elemen penting di dalam memahami kekuatan Hizbullah.


Kemusnahan besar yang ditanggung oleh pihak tentera Zionis lewat pertempuran di Bint al-Jbeil telah cukup untuk membuktikan kebenaran analisis Goksel. Sebanyak 22 orang tentera Zionis telah cedera parah di dalam serangan yang dilancarkan oleh para pejuang Hizbullah ke atas mereka. Menurut Goksel juga, Hizbullah hanya perlu menghantar sekumpulan pejuang yang tidak melebihi 20 orang di dalam setiap serangan hendap mereka. 20 orang ini akan berusaha untuk mencederakan dan juga memusnahkan sebanyak mungkin keupayaan musuh. Formula sama yang pernah mereka gunakan sewaktu menghalau Zionis dari selatan Lubnan tahun 2000 yang lalu. Kemusnahan kereta kebal-kereta kebal milik tentera Zionis yang dianggarkan sebanyak 180 buah itu adalah bukti kemampuan para pejuang Hizbullah di dalam menguasai taktik peperangan gerila. Apa yang pasti, taktik peperangan ini jugalah yang telah membuatkan ramai di antara para tentera Zionis yang terkejut dan menerima tamparan yang hebat. Peperangan selama sebulan itu telah menyaksikan 123 orang tentera Zionis telah terkorban, manakala hampir 500 yang lain telah cedera parah.

Sistem perisikan dan perancangan yang sistematik


Di dalam wawancara Goksel dengan al-Jazeera pula, beliau telah menekankan aspek perisikan dan pengkajian Hizbullah sebagai elemen penting di dalam memahami kekuatan Hizbullah. Melalui kajian dan maklumat yang beliau ada, Hizbullah mempunyai unit khas di bidang perisikan dan pengkajian. Unit tersebut dianggotai oleh pakar strategi peperangan dan sejarah. Mereka juga mempelajari taktik dan strategi peperangan-peperangan di dunia dengan begitu teliti dan sistematik. Mereka melakukannya dengan begitu sabar dan gigih. Berdasarkan kajian yang mereka lakukan, unit kajian ini akan menghasilkan pula perancangan jangkamasa panjang mereka.

Unit kajian ini tidak dapat dipisahkan daripada unit perisikan Hizbullah. Unit perisikan Hizbullah bertanggungjawab mengkaji dan mengumpulkan maklumat tentang tentera Zionis. Mereka akan mengumpulkan sebanyak mungkin maklumat yang mereka perolehi dan mengkajinya dengan teliti sebelum merancang apa-apa operasi. Mereka sanggup bersabar untuk merancang sesuatu operasi. Mereka juga akan mengkaji setiap operasi yang telah dirancangkan dan mempelajari kelemahan-kelemahan yang ada, dan akan mengambilkira faktor tersebut di dalam merancang operasi-operasi di masa hadapan. Perkara inilah yang tidak dimiliki oleh para pejuang Palestin menurut Goksel.

Persediaan yang lama


Faktor persediaan Hizbullah untuk menghadapi peperangan ini juga tidak dapat dinafikan. Seringkali jurucakap mereka yang muncul di kaca-kaca Televisyen menegaskan perkara ini. Semenjak pengunduran tentera rejim Zionis dari bumi Lubnan pada tahun 2000, para pejuang Hizbullah telah mempersiapkan diri mereka. Kumpulan pejuang Hizbullah telah menerima latihan dan bersiap untuk sebarang kebarangkalian untuk bertempur dengan tentera Zionis setiap hari dari tarikh Mei 2000. Peperangan yang dilancarkan oleh rejim Zionis ini diibaratkan bagai pucuk dicita ulam mendatang, ataupun bagaikan orang yang mengantuk disorongkan bantal. Para pejuang Hizbullah hanya perlu menantikan tentera-tentera Zionis masuk ke dalam perangkap mereka untuk mereka mengerjakan para tentera tersebut. Tidak hairanlah jika pasukan komando terbaik Zionis, briged komando Golani pun turut tewas di dalam pertempuran-pertempuran dengan para pejuang Hizbullah, terutamanya di Bint al-Jbeil dan Maroun al-Ras. Pengunduran tentera rejim dari kedua-dua buah kawasan tersebut telah menunjukkan kegagalan tentera Zionis untuk menguasai tempat berkenaan.


Kemampuan Hizbullah untuk menggunakan sebaik mungkin ilmu dan pengetahuan berkaitan fizikal selatan Lubnan juga banyak membantu mereka untuk menguasai peperangan tersebut.

Hal ini juga telah ditegaskan oleh Haj Abu Rabia, salah seorang pemimpin sayap tentera Hizbullah yang telah diwawancara oleh wartawan AFP pada 1 Ogos 2006. Menurut Rabia, ramai di antara para pejuang telah dilatih semenjak tahun 1982 lagi, lewat penjajahan rejim Zionis ke atas bumi Lubnan. Kebanyakan para pejuang merupakan warga awam tetapi menerima latihan ketenteraan yang profesional dan penuh disiplin. Penantian mereka untuk berperang dengan tentera rejim merupakan hadiah penantian selama lebih 20 tahun. Apabila dilaungkan jihad lewat peperangan 2006 ini, ramai di antara para pejuang telah bersiap sedia secara mental dan juga fizikal untuk masuk ke medan tempur. Terdapai ramai juga dari kalangan pejuang Hizbullah adalah mereka yang pernah berperang dengan Zionis semenjak tahun 1982 lagi. Kemampuan mereka untuk mengetahui selok belok cara bertempur pihak Zionis telah memberikan kredit yang banyak di dalam peperangan kali ini.

Kemampuan Hizbullah untuk menggunakan sebaik mungkin ilmu dan pengetahuan berkaitan fizikal selatan Lubnan juga banyak membantu mereka untuk menguasai peperangan tersebut. Kebanyakan para pejuang Hizbullah merupakan warga selatan Lubnan. Mereka lebih mengetahui keadaan persekitaran dan juga sejarah tempat berkenaan. Maklumat-maklumat dan arahan-arahan yang disampaikan adalah berdasarkan maklumat ini. Adalah sukar bagi para perisik Zionis untuk memahami bahasa-bahasa dan juga istilah-istilah yang digunakan oleh para pejuang Hizbullah. Kebanyakan maklumat yang diperolehi oleh pihak Zionis sepanjang epperangan tersebut adalah tidak relevan dan seringkali tersilap. Hal ini nampak ketara apabila pihak Zionis telah tersalah sasar di dalam setiap serangan mereka. Kesilapan yang terlalu banyak dilakukan oleh tentera rejim adalah kerana kesilapan maklumat yang mereka perolehi. Hal ini telah diakui oleh rakan Haj, di dalam wawancara tersebut.

Faktor disiplin dan juga semangat


Pendidikan dan juga usaha kesedaran secara berterusan turut menyumbang kepada kemantapan semangat para pejuang Hizbullah. Di samping itu, doktrin Karbala dan kesyahidan Hussein yang diimani oelh setiap penganut Syiah, telah memberikan motivasi berterusan kepada para pejuang Hizbullah yang majoritinya adalah penganut fahaman tersebut. Para pejuang Hizbullah juga dididik untuk mencintai syahid dan memerdekakan masjid al-Aqsa. Berbekalkan semangat revolusi Iran yang telah diimport melalui para pegawai revolusi lewat tahun-tahun 80′an, para pejuang Hizbullah akan berperang untuk mati. Sistem sokongan sosial Hizbullah membuatkan mereka tidak risau mengenai nasib keluarga mereka jika mereka gugur syahid di dalam peperangan. Sistem penjagaan anak yatim yang canggih dan tersusun oleh pihak Hizbullah menjadi motivasi kepada para pejuang mereka untuk berperang ke titisan darah terakhir mereka.

Tahap disiplin yang tinggi di kalangan para pajuang Hizbullah juga memainkan peranan di dalam kekuatan mereka. Mereka mempunyai para pejuang yang akan sanggup berlapar, sanggup menahan siksaan, dan sanggup untuk melakukan apa sahaja demi jihad dan demi doktrin Karbala yang mereka yakini. Para pejuang Hizbullah juga mempunyai tahap ketaatan dan kehormatan yang tinggi kepada Syed Hassan Nasrullah. Segala arahan dan seruan Nasrullah akan segera mereka lakukan dan laksanakan. Sebagai wakil Imam di Lubnan, segala arahan Nasrullah adalah wajib untuk mereka patuhi dan ianya adalah ibadat. Ketegasan dan karismatik Nasrullah banyak memberikan motivasi kepada para pejuang Hizbullah untuk terus berjuang. Hal inilah yang tiada di dalam hati para tentera Zionis dan tentera-tentera Arab yang pernah bertempur dengan Zionis di zaman 60′an dahulu. Kebanyakan para tentera berperang kerana terpaksa, tetapi para pejuang Hizbullah berperang kerana kewajipan dan mereka yang inginkan perjuangan tersebut.

Roket-roket Hizbullah


Antara kekuatan lain yang dimiliki oleh Hizbullah adalah roket-roket jarak jauh milik mereka. Jika HAMAS terpaksa mengahsilkan roket mereka sendiri dengan teknologi yang terhad, dan di bawah suasana penjajahan, Hizbullah pula lebih bernasib baik. Teknologi dan juga bantuan yang mereka terima dari Iran dan Syria memungkinkan mereka untuk memiliki roket-roket yang canggih. Di samping itu, mereka juga mempunyai ramai pakar dan saintis yang sentiasa bekerja untuk memperelokkan kemampuan roket-roket yang mereka miliki. Al-Khaibar, Zalazel, al-Fajr, al-Ra’ad dan lain-lain lagi roket milik mereka adalah di antara senjata yang paling penting di dalam peperangan kali ini. Jarak sejauh 70 meter pernah dijangkaui oleh roket-roket tersebut. Mereka juga dengan berani mengancam Zionis untuk mereka lancarkan roket ke arah Tel Aviv. Hal ini turut diperakui oleh pihak rejim yang mengetahui kemampuan Hizbullah. Malangnya, pihak rejim tidak pula menyangkakan Hizbullah mempunyai kemampuan lebih daripada apa yang mereka jangkakan.


Serangan-serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah ke wilayah-wilayah tengah wilayah jajahan Zionis, termasuk ke Haifa, Atlit dan Akka benar-benar telah mencabar kemampuan Zionis.

Serangan-serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah ke wilayah-wilayah tengah wilayah jajahan Zionis, termasuk ke Haifa, Atlit dan Akka benar-benar telah mencabar kemampuan Zionis. Pisak perisikan mereka tidak terduga Hizbullah mampu melancarkan roket sejauh itu. Serangan lebih 3,900 roket yang menghujani majoriti wilayah-wilayah utara jajahan Zionis di dalam peperangan kali ini benar-benar telah melumpuhkan kerajaan Zionis. Kini, rakyat Zionis sedang menggesa Ehud Olmert untuk meletakkan jawatan kerana gagal menjaga keselamatan mereka dan telah menyebabkan banyak kematian rakyat Zionis dan kemusnahan harta lewat peperangan Lubnan 2006 ini. Penerimaan rejim Zionis terhadap resolusi 1701 PBB yang memaksa gencatan senjata dari kedua-dua belah pihak pun adalah kerana tidak tahankan serangan roket Hizbullah. Sepanjang sebulan peperangan berlangsung, sebanyak 55 warga Zionis termasuk tentera telah terkorban natijah serangan roket-roket Hizbullah.

Kesimpulan


Peperangan Lubnan 2006 telah memberikan dimensi baru kepada masyarakat dunia mengenai rejim Zionis. Rejim Zionis yang dilihat sebagai kuasa terhebat di rantau Asia Barat lewat kejatuah Iraq, kini tidak lagi digeruni oleh lawan-lawan mereka. Tentera “keempat” terkuat di dunia yang mereka miliki ternyata tidak mampu untuk menyaingi kehebatan Hizbullah yang mempunyai kelengkapan persenjataan yang jauh lebih lemah daripada mereka. Peperangan tersebut juga telah membuktikan kepada kita bahawa angka yang besar tidak semestinya hebat, tetapi persiapan, strategi, disiplin, perancangan, keimanan yang tinggi dan jaya juang yang tidak kenal henti, itulah formula kemenangan. Hizbullah telah membuktikannya, dan mungkin kita juga bakal menyaksikan perkara yang sama di bumi Palestin pula.

Bak kata Syed Hassan Nasrullah:


“Israel which has both nuclear weapons and the strongest air force in the region, is weaker than a spider’s web” (Dipetik dari artikel Kareem M Kamel, di lamanweb islamonline.net pada 4 Mac 2004)
http://palestinkini.info/?p=1247


12th May 2009
Links to this post
5:42:00 PM | Posted in

Seseorang itu boleh dianggap pemimpin pendapat (opinion leader) jika pendapat-pendapatnya diterima oleh ahli kumpulannya. Dua orang pakar psikologi, Katz dan Lazarsfeld yang telah memperkenalkan istilah ini pada tahun 1955 telah membuat kajian tentang kesan media massa ke atas sikap dan tingkah laku orang yang membaca akhbar, mendengar radio dan menonton televisyen.

Dalam kajian tersebut, mereka menyiarkan mesej melalui media tersebut, lalu mengukur apakah kesan mesej tersebut kepada mereka yang menerimanya. Keputusannya, tiada perubahan. Namun begitu, beberapa minggu kemudian, mereka ukur semula sikap penerima-penerima mesej tersebut dan kali ini didapati sikap mereka berubah.

Hal ini menyebabkan Katz dan Lazarfeld percaya bahawa mereka berubah selepas mereka bercakap-cakap dengan orang yang mereka percayai tentang mesej itu, dan merekalah yang disebut sebagai "pemimpin pendapat".

Ada dua kelompok pemimpin pendapat berdasarkan aktif dan tidaknya dalam perilaku.

Pertama, pemimpin pendapat aktif (opinion giving), yaitu pemimpin pendapat yang sengaja mencari penerima atau follower untuk mengumumkan atau mensosialisasikan suatu informasi.

Kedua pemimpin pendapat pasif (opinion seeking), yaitu pemimpin pendapat yang dicari oleh followernya. Dalam hal ini follower aktif mencari sumber informasi kepada pemimpin pendapat sehubungan dengan permasalahan yang sedang dihadapi.

Merton (1946) menyatakan bahwa ditinjau dari penguasaan materinya, pemimpin pendapat dapat digolongkan menjadi menjadi dua. Pertama monomorfik, yaitu pemimpin pendapat yang hanya menguasai satu permasalahan saja. Kedua, polimorfik yaitu pemimpin pendapat yang menguasai lebih dari satu permasalah.

Ini antara ciri-ciri pemimpin pendapat:

1. Berfungsi sebagai model atau teladan kepada ahli kumpulan mereka.

2. Mempunyai pengetahuan yang lebih banyak daripada ahli kumpulannya, lantas mereka dijadikan tempat rujukan.

3. Lebih tahu mengenai maklumat yang disiarkan melalui media massa, terutamanya dalam bidang yang mereka mempunyai pengaruh.

4. Lebih banyak bercakap dengan ramai orang dan kenal lebih ramai orang.

5. Lebih banyak membaca, mendengar dan lebih banyak maklumat.

6. Menjadi anggota banyak kumpulan, walaupun mungkin hanya menjadi pemimpin pendapat bagi satu kupulan sahaja.

7.Lazimnya memiliki pendidikan formal yang lebih tinggi.

8.Berbeza-beza dalam bidang-bidang yang berlainan [cthnya pempimpin pendapat politik tidak menjadi pemimpin pendapat ekonomi, sukan dsb].

9.Pemimpin pendapat dalam bidang fesyen, muzik dan perfileman dianggap ada maklumat, perhubungan dan intuisi dan pengetahuan yang membolehkan mereka membuat ramalan berkenaan trend yang akan datang, serta mereka mempunyai pengaruh terhadap pengikut mereka.

Rujukan:

1.Komunikasi untuk Pemimpin, Abdullah Hassan & Ainon Mohd, Utusan Publications & Distributors Sdn Bhd, Ulang Cetak 1999

2.http://adiprakosa.blogspot.com/2008/01/peranan-pemimpin-pendapat-dalam-sistem.html

8th May 2009

Category:
��
Links to this post
10:40:00 PM | Posted in

Ada suatu istilah dalam psikologi yang dinamakan Kesan Pygmalion (Pygmalion Effect). Secara ringkas, kesan ini merujuk kepada situasi di mana beberapa orang pelajar menunjukkan prestasi dalam akademik yang lebih baik daripada pelajar yang lain hanya disebabkan mereka dijangka untuk perform dengan lebih baik. Ia menjelaskan bagaimana harapan kita pada orang lain mewujudkan kepercayaan yang kita inginkan.

Pada tahun 1957, seorang professor sosiologi di Universiti Columbia yang bernama Robert Merton telah memperkenalkan fenomena psikologi ini melalui kajiannya. Dalam kajiannya, seorang guru telah diarahkan untuk mengajar sebuah kelas pelajar-pelajar yang bijak, walhal dia tidak diberitahu bahawa pelajar-pelajar dalam kelas tersebut sebenarnya merupakan pelajar-pelajar yang rendah IQnya. Malah lebih teruk lagi, mereka juga merupakan pelajar-pelajar yang bermasalah dan banyak melakukan kekecohan dalam sekolah.

Apabila guru tersebut mula mengajar di kelas tersebut, dia mendapati semua arahannya tidak diikuti oleh pelajar-pelajar tersebut. Namun disebabkan dia percaya bahawa mereka semua pelajar yang pintar, maka dia beranggapan bahawa dialah yang bermasalah dan bertanggungjawab terhadap pelajarnya, bukan mereka yang bermasalah. Mungkin cara dia mengajar bosan dan tidak dapat menarik minat atau perhatian mereka.

Atas dasar kepercayaan itu, maka guru tersebut telah menjalankan beberapa eksperimen dalam method pengajarannya. Dia mula memberikan galakan kepada pelajar-pelajarnya, mencabar minda mereka dengan permainan-permainan akademik dan menumpukan seluruh perhatiannya kepada pembelajaran mereka khususnya di dalam kelas. Semakin dia menganggap mereka pintar, mereka semakin memberikan tindak balas positif.

Pada akhir penggal persekolahan, gred mereka meningkat secara mendadak. Suatu ujian IQ dijalankan terhadap mereka dan didapati rata-rata IQ mereka meningkat 20 hingga 30 mata. Guru itu berjaya menjadikan mereka pelajar yang pintar!
Merton dalam tulisannya yang bertajuk Teori Sosial dan Struktur Sosial berkata fenomena ini berlaku kerana ‘definisi palsu sesuatu situasi itu membangkitkan perilaku baru sehingga menyebabkan kapelasuan itu menjadi nyata’.

James Rhem, editor eksekutif bagi National Teaching and Learning Forum telah mengatakan:

"When teachers expect students to do well and show intellectual growth, they do; when teachers do not have such expectations, performance and growth are not so encouraged and may in fact be discouraged in a variety of ways."

"How we believe the world is and what we honestly think it can become have powerful effects on how things turn out."

Komentar saya, dari sudut pembelajaran di dalam kelas. Jikalau dibaca semula kajian di atas, cuba kita fikirkan, berapa ramai pelajar yang dikategorikan sebagai lembab atau kurang pandai tidak mampu meningkatkan prestasi mereka disebabkan sikap guru yang mahu tidak mahu sahaja mengajar mereka. Ini bukanlah suatu kritikan terhadap guru-guru, tetapi untuk kita fikirkan bersama dan ambil tindakan yang sewajarnya.

Kita sekarang ini amat memerlukan pelajar-pelajar yang mempunyai kekuatan dari sudut intelektual, mahupun sahsiah dan akhlak. Mungkin inilah peluang untuk mendidik mereka dengan mengubah cara kita memandang dan membuat jangkaan terhadap para pelajar, agar mereka mendapat didikan yang terbaik lantas melonjakkan kecemerlangan mereka.

WaLlahu a`lam.

Rujukan:
1. Master Your Mind Design Your Destiny, Adam Khoo dan Stuart Tan, terbitan PTS Millennia Sdn Bhd 2008



5th May 2009
Category:
��
Links to this post